Apakah Kolesterol Memberi Keluhan? dr Putu Arya Nugraha SpPD, FINASIM Pada umumnya, gangguan kolesterol dalam tubuh tidak memberi keluhan apapun. Oleh karena itulah, kemudian tercetus konsep check up atau deteksi dini. Konsep deteksi dini ini sangat perlu untuk dipahami dan diterapkan. Mengapa? Sebab gangguan kolesterol yang pada umumnya tak memberi keluhan dan gejala tersebut sangat sering mendatangkan komplikasi serius pada tubuh. Mulai dari penyakit kritis, bahkan kematian dan tak jarang kecacatan. Dengan demikian anggaran yang diperlukan akan sangat besar untuk perawatan dan tentu saja akan menghilangkan atau menurunkan potensi sosial ekonomi bagi penderita maupun keluarganya. Fakta yang cukup menakutkan ini sebetulnya juga memberi peluang kepada kita untuk dapat mencegah gangguan kolesterol pada tubuh, menanganinya dengan sebaik-baiknya, hingga kemudian dapat menghindari berbagai komplikasi serius tersebut. Kita perlu memahami, di mana posisi kesehatan kita saat ini. Apakah sebagai populasi sehat, dengan faktor risiko, dengan penyakit atau bahkan sudah pada keadaan mengalami komplikasi. Kita betul-betul sehat, jika dari pemeriksaan fisik tidak didapatkan masalah medis maupun tidak ditemukannya berbagai faktor risiko. Faktor risiko dapat berasal dari keturunan seperti misalnya riwayat diabetes, darah tinggi, stroke atau serangan jantung dalam keluarga. Dapat pula dari prilaku seperti merokok, kurang olah raga atau pecandu alkohol serta makan berlebih. Nah apabila sudah terdiagnosis hipertensi, diabetes atau kolesterol, maka itu sudah merupakan penyakit yang memerlukan terapi rutin berkesinambungan. Apabila pengobatan tersebut tidak dilakukan secara optimal, maka akan berisiko terjadinya komplikasi meliputi stroke, serangan jantung, gagal ginjal atau luka kaki diabetes yang memerlukan amputasi. Semua hal tersebut, dapat terjadi salah satunya akibat dari masalah kolesterol yang tak disadari atau ditangani dengan baik. Populasi sehat atau yang hanya dengan faktor risiko saja, tidak memerlukan obat apa pun. Cukup melakukan pencegahan dengan menerapkan pola hidup sehat seperti diet dan olah raga teratur, serta melakukan check up atau deteksi dini. Salah satu yang perlu diperiksa secara rutin adalah kolesterol. Hanya pada beberapa keadaan, gangguan kolesterol dalam tubuh memberi keluhan. Baiasanya pada keadaan kadar kolesterol yang sangat tinggi dalam darah. Itu pun tidak memberi keluhan yang khas atau spesifik untuk kolesterol. Karena berbagai keadaan lain pun dapat memberi keluhan serupa. Keluhan tersebut seperti rasa kesemutan, pusing, atau nyeri kepala yang kesemuanya dikaitkan dengan peningkatan kekentalan darah akibat kadar kolesterol yang sangat tinggi. Pada keadaan ini, pasien wajib mulai pengobatan untuk menurunkan kadar kolesterolnya, selain tentu saja mesti diet dan olah raga teratur. Apabila dalam deteksi dini kadar kolesterol masih normal, atau terdapat faktor risiko keluarga maupun faktor risiko lain seperti gaya hidup kurang sehat, maka hal terbaik yang harus dilakukan adalah mulai diet sehat dan olah raga teratur. Diet yang disarankan adalah, mengurangi asupan daging kaki empat, cumi-cumi, udang, makanan olahan, gorengan, kulit, jeroan, kuning telor, santan atau buah durian. Sementara olah raga yang disarankan adalah, boleh aerobik dengan berjalan cepat atau berlari minimal lima kali seminggu selama 30 menit atau lebih. Boleh juga bersepeda atau berenang serta olah raga permainan seperti tenis, bulu tangkis bahkan sepak bola, yang disesuaikan dengan usia dan kondisi tubuh. Dan jangan lupa cek lab untuk deteksi dini, karena kolesterol umumnya tidak memberi keluhan.