Dr Putu Arya Nugraha SpPD FINASIM - PERSI Bali
Ada banyak penyebab keluhan nyeri pinggang. Namun pada umumnya, masyarakat paling sering mengaitkannya dengan penyakit ginjal dan hal tersebut kemudian menjadi momok yang sangat menakutkan. Mirip seperti asumsi pasien yang sering mengaitkan nyeri sendi karena asam urat, maka banyak orang menganggap nyeri pinggang disebabkan oleh batu ginjal. Tentu saja hal tersebut kurang tepat dan dapat memberi dampak kurang baik, terutama terhadap aspek psikologis penderitanya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami berbagai kemungkinan penyebab nyeri pinggang dan langkah-langkah rasional yang perlu dilakukan. Selain kemudian penanganan keluhan tersebut menjadi lebih efektif, dalam hal biaya pun dapat memberikan manfaat efisiensi. Karena faktanya, tidak sedikit pasien menyimpulkan sendiri keluhannya dan kemudian mencari pengobatannya sendiri.
Hal paling tepat dan mudah yang dapat dilakukan pasien nyeri pinggang adalah berkonsultasi dengan dokter keluarganya atau dokter puskesmas terdekat. Hal ini diindikasikan pada keluhan nyeri pinggang derajat ringan sampai sedang yang sudah berlangsung cukup lama. Dokter keluarga atau dokter puskesmas tentu kemudian akan melakukan prosedur medis kepada pasien. Yang pasti dapat dikerjakan adalah wawancara (anamnesis) dan pemeriksaan fisik. Dari kedua prosedur medis sederhana tersebut, seorang dokter akan dapat menarik kesimpulan bersifat klinis. Dari kesimpulan tersebut, pasien akan mendapatkan terapi obat maupun saran. Saran tersebut dapat merupakan bagian dari terapi, maupun langkah selanjutnya berupa pemeriksaan penunjang (lab atau pencitraan) jika dianggap perlu. Namun jika keluhan nyeri pinggang tersebut cukup berat dan terjadi tiba-tiba, sebaiknya pasien datang ke IGD rumah sakit atau klinik.
Secara garis besar, nyeri pinggang dapat disebabkan oleh karena organ dalam perut (abdomen) terutama ginjal dan tentu saja bisa juga bersumber dari dinding perut bagian belakang atau pinggang. Dinding pinggang terdiri dari otot, sendi dan saraf. Keluhan nyeri dapat saja berasal dari ketiga organ pada dinding pinggang tersebut. Nyeri yang disebabkan oleh karena ginjal dapat karena batu ginjal, ginjal bengkak atau infeksi ginjal. Batu ginjal umumnya tidak memberikan keluhan tiba-tiba, namun sudah dirasakan sejak beberapa hari, minggu atau bulan sebelumnya. Tidak selalu disertai gangguan berkemih dan terdapat faktor genetik atau keluarga yang juga mengidap batu ginjal. Apabila disebabkan oleh karena ginjal bengkak akibat batu ureter (saluran kemih dari ginjal ke kantong kemih), nyeri yang ditimbulkan umumnya nyeri kolik yang berat. Biasanya diikuti pula dengan gangguan berkemih (sedet) serta kesulitan kentut dan buang air besar atau mual muntah. Nyeri dari pinggang akan menjalar sesuai struktur ureter menuju kantong kemih yaitu menjalar ke perut bagian bawah tengah sampai sisikan. Kadangkala nyeri terus menjalar terasa sampai ke penis, kantong kelamin atau paha bagian dalam. Sedangkan pada infeksi ginjal, selain nyeri pinggang, akan selalu diikuti keluhan demam menggigil.
Nyeri pinggang sangat sering justru disebabkan oleh kekakuan (kram) otot pinggang. Nyeri biasanya berkurang jika dibawa bergerak, berjalan atau berlari. Hal ini disebabkan oleh karena kebiasaan duduk lama, sering mandi malam, pemakaian AC yang berlebih atau kurangnya pemanasan saat olah raga. Pada usia lanjut, nyeri pinggang tentu saja umumnya disebabkan akibat rematik penuaan atau osteoartritis. Terdapat proses degeneratif atau dikenal dengan istilah pengapuran tulang menyebabkan timbulnya taji tulang (osteofit) yang memberi keluhan nyeri. Selain karena proses penuaan, rematik tulang belakang dan area panggul dapat juga disebabkan oleh karena faktor autoimun. Nyeri pinggang yang disebabkan oleh jepitan saraf tulang belakang umumnya didahului oleh cedera yang cukup serius berupa benturan pada bokong karena terjatuh atau hentakan berlebih pada pinggang akibat mengangkat beban terlampau berat. Selain itu, penyempitan tulang belakang dapat pula disebabkan oleh karena tumor, beban yang terlalu lama atau juga faktor usia. Nyeri yang ditimbulkan akan terasa menjalar ke tungkai dan semakin berat saat berjalan.
Pemeriksaan penunjang yang dilakukan akan disesuaikan dengan dugaan penyebab nyeri pinggang tersebut. Nyeri yang diduga berasal dari saluran kemih, sangat baik dan bermanfaat jika dilakukan pemeriksaan urine rutin. Pemeriksaan pencitraan yang paling rasional adalah USG urologi atau rontgen polos perut. Hanya ada sedikit kasus urologi yang memerlukan pemeriksaan CT Scan. Apabila nyeri disebabkan oleh karena faktor tulang belakang maka sangat disarankan pemeriksaan rontgen atau MRI. Nyeri kolik berulang akibat batu ureter dan batu ginjal sebaiknya segera menjalani penanganan dokter ahli urologi untuk menghindari komplikasi penurunanan fungsi ginjal. Sedangkan nyeri pinggang akibat kram otot sangat disarankan untuk olah raga dan fisioterapi. Apabila penyeab nyeri tersebut adalah rematik autoimun maka terapi rutin dan berkelanjutan ke dokter ahli penyakit dalam atau rematolog, sangat disarankan untuk mencegah kecacatan. Apabila pasien mengalami jepitan saraf, konsultasi ke dokter ahli bedah saraf sangat disarankan.