Berita Terkini

Berita dan Artikel

Kekeliruan Tentang Asam Urat
Persi Bali 23 November 2023 Kesehatan

Kekeliruan Tentang Asam Urat

Kekeliruan Tentang Asam Urat

dr Putu Arya Nugraha SpPD, FINASIM

 

               Sering kali pasien meyakini dirinya menderita penyakit asam urat ketika merasa badannya pegal atau nyeri sendi. Tentu saja pemahaman ini cenderung keliru dan dapat menimbulkan dampak yang kurang baik untuk pasien tersebut atau masyarakat dalam populasi yang lebih banyak. Hal yang paling sering terjadi misalnya adalah, pasien tersebut akan pergi ke sebuah apotek untuk memeriksakan kadar asam urat dalam darahnya. Lalu saat didapatkan nilainya lebih tinggi dari nilai normal maka yang bersangkutan akan membeli obat sendiri untuk mengatasi keluhannya yang diyakini adalah penyakit akibat asam urat. Ada sejumlah kemungkinan besar kekeliruan dari kajadian tersebut. Pertama nyeri atau pegal tersebut bukanlah disebabkan oleh asam urat. Kedua, metode pemeriksaan kadar asam urat darahnya mungkin tidak akurat. Lalu ketiga, dengan membeli obat sendiri sangat besar risikonya telah terjadi pengobatan yang tidak rasional, baik dosis maupun durasi pengobatannya.

                Kadar asam urat yang berlebih dalam darah, secara langsung memang dapat menimbulkan komplikasi pada dua organ yaitu sendi dan ginjal. Apabila suatu radang sendi atau rematik disebabkan oleh karena asam urat maka hal tesebut akan memberikan gejala yang sangat khas. Gejala khas tersebut dapat membedakannya dengan rematik yang diakibatkan oleh sebab lain seperti faktor usia, aktifitas fisik berlebih, perapuhan tulang, cedera atau radang sendi akibat antibodi. Rematik asam urat atau yang sering dikenal sebagai penyakit gout, pada kasus yang akut atau pada radang yang sedang terjadi, selain nyeri sendi, akan ditemukan juga tanda bengkak pada sendi, warna kemerahan dan rasa panas bila diraba. Dibandingkan dengan rematik karena sebab lain, penyakit gout akut ini terkenal nyerinya sangat hebat dan kerap disertai gejala demam seluruh tubuh. Nah, apabila penyakit asam urat tersebut tidak ditangani dengan baik maka dapat terjadi serangan nyeri berulang, timbulnya benjolan asam urat pada sendi atau jaringan bahkan lebih jauh lagi dapat menimbulkan komplikasi kerusakan ginjal. Tidak sedikit pasien yang kemudian harus menjalani terapi cuci darah, karena mengalami gagal ginjal akibat asam urat.

                Pemeriksaan lab asam urat seharusnya sesuai metode yang baku, dalam hal ini pasien harus puasa terlebih dahulu. Artinya tidak boleh dikerjakan secara acak. Bahkan seandainya hasil lab yang kemudian keluar nilainya lebih tinggi daripada nilai normal, belum tentu hal tersebut menyebabkan suatu keluhan. Karena bisa saja kadar asam urat dalam darah seseorang tinggi, namun belum menyebabkan komplikasi ke sendi. Pasien tidak merasakan keluhan apa pun namun kadar asam urat dalam darahnya tinggi. Hal ini dikenal dengan suatu keadaan asimptomatik atau tanpa keluhan. Atau hasil labnya tinggi namun tidak ditemukan gejala khas seperti disebutkan di atas, maka nyeri atau rasa pegal tersebut pasti diakibatkan oleh sebab lain. Intinya, hasil lab kadar asam urat darah yang tinggi belum tentu menyebabkan gejala rematik asam urat atau gout.

                Dan yang terakhir, tentu saja dalam hal pengobatan. Langsung mengobati diri sendiri atau mengikuti saran pihak yang tidak kompeten dapat menimbulkan banyak masalah. Misalnya pengobatan yang tidak tepat atau rasional dan sudah pasti akan terjadi kerugian finansial. Sebaiknya, hasil lab tersebut dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokter, mulai dengan dokter keluarga atau puskesmas. Disamping itu, harus dipahami pula, terapi penyakit asam urat bukan hanya obat. Namun penyakit ini mesti dikelola secara terpadu mulai dengan diet yang tepat termasuk asupan air putih yang cukup, latihan fisik yang sesuai, gaya hidup sehat, pengobatan rutin serta evaluasi pemeriksaan lab yang relevan.   

  • Bagikan: