Berita Terkini

Berita dan Artikel

MENCEGAH KAKI DIABETES
Persi Bali 13 March 2024 Kesehatan

MENCEGAH KAKI DIABETES

Oleh: dr Putu Arya Nugraha, SpPD, FINASIM

 

Penyakit diabetes atau kencing manis memang dapat memberikan banyak komplikasi. Hal itu disebabkan oleh karena dampak buruk penyakit ini terhadap pembuluh darah. Bukankah hampir semua bagian tubuh kita mempunyai pembuluh darah? Itulah sebabnya mengapa kemudian penyakit kencing manis dapat merusak semua organ. Mulai dari otak, mata, gigi, jantung, ginjal, fungsi alat kelamin sampai kaki. Jadi boleh disebut, ya dari ujung kepala sampai ke ujung kaki. Salah satu komplikasi tersebut adalah luka infeksi pada kaki penderita diabetes atau sering pula dikenal sebagai kaki diabetes. Perlu ditekankan, meskipun cuma terdiri atas dua kata tersebut, bukan berarti maknanya sebatas hanya kaki seorang pengidap diabetes. Namun, istilah kaki diabetes sudah disepakati sebagai suatu keadaan patologis (sakit), yaitu kaki seorang pengidap diabetes yang mengalami luka terinfeksi dan membutuhkan perhatian untuk dirawat secara seksama. Sebab, kaki diabetes yang tak mendapat penanganan optimal sering kali kemudian harus menjalani tindakan amputasi. 

         Alasan kedua adalah, dibandingkan pada orang normal, kaki penderita diabetes lebih rentan mengalami luka dan kemudian infeksi. Mengapa bisa begitu? Sebab, pasien-pasien diabetes umumnya mengalami gangguan saraf tepi (neuropati perifer) yang menyebabkan rasa tebal pada telapak kaki sehingga sering kali tak menyadari jika menginjak benda tajam. Lalu akibat pembuluh darah yang kurang baik pada kakinya tersebut, penyembuhan luka menjadi terhambat dan mudah mengalami infeksi. Apabila memungkinkan, semaksimal mungkin terjadinya luka pada kaki pasien diabetes harus dapat dicegah. Namun kalau pun telah terjadi luka, maka harus segera ditangani dengan sebaik-baiknya oleh tenaga kesehatan yang memiliki pengalaman dan keterampilan dalam perawatan luka diabetes. Disamping itu, tentu saja aspek-aspek penting penanganan diabetes tetap harus dijalankan. Meliputi gizi diabetes seimbang, gerak badan rutin sesuai kondisi fisik, obat teratur  sesuai resep dokter dan pengendalian kolesterol darah.

         Nah, sekarang bagaimana upaya kita untuk melindungi kaki pasien-pasien diabetes sehingga dapat dicegah tidak mengalami luka infeksi. Pertama, harus dibiasakan hal sederhana yaitu, selalu menggunakan alas kaki. Baik di dalam rumah maupun di luar rumah, apalagi ke kebun atau ke sawah. Jika ke kebun sebaiknya memakai sepatu yang dapat melindungi kaki sampai ke betis. Syaratnya adalah, sandal atau sepatu tersebut tidak boleh terlalu sempit dan diusahakan mendapatkan jenis sandal atau sepatu yang lapisan dalamnya lembut yang tidak menyebabkan iritasi. Kedua, bagi mereka yang harus menggunakan sepatu agak lama karena pekerjaan atau dalam perjalanan jauh, sebaiknya mengikuti saran berikut. Setiap dua jam, sepatu tersebut harus dilepaskan dulu dan kedua kaki, baik jari-jari maupun pergelangannya harus digerak-gerakkan. Setelah itu sepatu dapat digunakan lagi. Usahakan sempat mengambil posisi kaki selonjoran atau posisi kaki diletakkan lebih tinggi dari badan untuk memperbaiki aliran darah balik.

         Ketiga, jika memotong kuku, sebaiknya dilakukan setelah mandi agar kuku menjadi lebih lunak. Disarankan juga untuk tidak memotong kuku di malam hari untuk mencegah terjadinya salah potong yang menimbulkan luka. Perlu diingat, cukup banyak pasien diabetes yang pengelihatannya mulai terganggu akibat komplikasi diabetes pada saraf matanya (retina). Yang keempat, setiap habis mandi atau mencuci kaki, maka agar dipastikan sela-sela kaki sudah kering. Sebab jika masih basah dapat menjadi area pertumbuhan jamur karena kelembabannya tersebut. Bila perlu dapat dikeringkan juga menggunakan kipas angin. Kelima, harus rajin memastikan telapak kaki tidak mengalami iritasi, luka maupun kapalan. Cara yang baik adalah dengan menggunakan cermin. Sehingga seluruh bagian telapak kaki maupun sela-sela jarinya dapat diperiksa.

         Keenam, jika kulit kaki cenderung kering sebaiknya sering diolesi lotion untuk menjaga kelembaban yang cukup, sehingga tidak mudah mengalami iritasi. Selanjutnya yang ketujuh adalah poin penting dalam hal menjaga kualitas pembuluh darah kaki dengan olah raga teratur. Dan sangat disarankan untuk memeriksakan kondisi pembuluh darah ke dokter atau RS melalui pemeriksaan angiografi atau yang lebih sederhana menggunakan metode pemeriksaan ABI (Ankle Brachial Index). Jika diketahui pembuluh darah kaki mengalami penyempitan, maka akan lebih cepat diberikan obat untuk memperbaiki aliran darah pada kaki. 

Ayo kenali hal-hal sederhana yang jika diabaikan, dapat berdampak fatal!