Berita Terkini

Berita dan Artikel

  • Home
  • /
  • Berita
  • /
  • Mengapa Pengobatan Hipertensi Harus Seumur Hidup?
Mengapa Pengobatan Hipertensi Harus Seumur Hidup?
Persi Bali 17 January 2024 Kesehatan

Mengapa Pengobatan Hipertensi Harus Seumur Hidup?

Oleh: dr Putu Arya Nugraha SpPD, FINASIM 

Salah satu tantangan pengobatan penyakit darah tinggi atau hipertensi adalah, harus dilakukan rutin secara terus-menerus alias seumur hidup. Penyakit yang sebagian besar tidak memberi keluhan kepada pengidapnya, harus diobati terus-menerus setiap hari tanpa boleh putus. Tentu saja ini merupakan tantangan tersendiri bagi dokter untuk meyakinkan pasiennya agar bersedia minum obat seumur hidup. Mendengar saran minum obat seumur hidup saja, menyebabkan banyak pasien akan ragu bahkan mengelak. Karena, bagi sebagian besar masyarakat, minum obat masih dianggap beban dan kekhawatiran yang keliru terkait asumsi efek samping obat darah tinggi yang dapat merusak organ tubuh terutama ginjal. Akan berbeda halnya dengan jenis penyakit seperti rematik yang umumnya memberi keluhan nyeri. Bahkan pasien kerap kali membeli obat sendiri untuk meredakan nyeri sendinya. Tak jarang pula yang mengonsumsi obat-obat pereda nyeri tersebut secara terus-menerus dalam jangka waktu yang panjang. Nah, justru inilah yang dapat memberi efek samping berbahaya seperti lambung bocor, bahkan gagal ginjal.

             Penyakit darah tinggi, meskipun sebagian besar tidak memberi keluhan, faktanya telah menimbulkan berbagai komplikasi serius. Salah satu komplikasi tersebut adalah stroke pendarahan dengan risiko kematian mendadak yang sangat besar. Hipertensi yang diderita dalam waktu yang lama dengan mudah dapat meyebabkan penyulit gagal jantung, gagal ginjal dan kebutaan akibat kerusakan saraf mata. Dan telah diketahui penyakit ini umumnya bersifat permanen. Oleh karena itulah, berdasarkan penelitian medis yang mendalam, pengobatan penyakit darah tinggi sangat dianjurkan untuk dilakukan secara rutin seumur hidup. Kalaupun terdapat efek samping obat yang pada umumnya tak berbahaya, hal itu dengan mudah dikonsultasikan kepada dokter untuk dicarikan solusinya. Jadi, asumsi efek samping obat darah tinggi dapat merusak ginjal, sudah pasti merupakan kekeliruan. Sebaliknya, jika tidak diobati secara kontinyulah penyakit darah tinggi akan dapat menyebababkan kerusakan ginjal. Dan tak jarang sampai menimbulkan keadaan gagal ginjal menahun yang kemudian memerlukan tindakan cuci darah dua kali per minggu seumur hidup. 

            Tentu saja obat bukan satu-satunya terapi untuk penyakit darah tinggi. Seperti penanganan penyakit diabetes maupun kolesterol, maka terapi hipertensi dimulai dari diet sehat, olah raga optimal, pengobatan rutin dan terakhir kendalikan kolesterol. Diet yang dimaksudkan adalah mengurangi asupan garam, kafein, daging merah, cumi-cumi, udang, jeroan, kulit dan berbagai penganan gorengan. Jangan lupa pula untuk menghentikan kebiasaan merokok. Sementara olah raga yang dianjurkan, dapat mulai dari olah raga aerobik seperti lari atau jalan cepat dalam durasi minimal 30 menit dengan frekuensi minimal 5 kali seminggu. Aerobik dapat pula bersepeda, berenang atau senam. Sedangkan bagi pengidap penyakit darah tinggi yang berusia lebih muda, dapat memilih olah raga permainan seperti bulu tangkis, bola kaki/futsal, basket atau tenis. Sebaiknya pemilihan jenis olah raga ini, dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter yang merawat atau dokter keluarganya. Lalu pemeriksaan kadar kolesterol darah dan pengobatannya pun harus dilakukan, karena kolesterol  sangat berpengaruh terhadap tekanan darah kita. 

Lebih baik minum obat darah tinggi setiap hari dalam keadaan sehat, daripada mengalami stroke, gagal jantung atau cuci darah lantaran sebuah kekeliruan!

  • Bagikan: