Berita Terkini

Berita dan Artikel

  • Home
  • /
  • Berita
  • /
  • Mengenal Lebih Dekat Insulin oleh dr Putu Arya Nugraha SpPD, FINASIM
Mengenal Lebih Dekat Insulin oleh dr Putu Arya Nugraha SpPD, FINASIM
Persi Bali 08 December 2023 Kesehatan

Mengenal Lebih Dekat Insulin oleh dr Putu Arya Nugraha SpPD, FINASIM

Sampai saat ini pun, masih banyak pasien yang takut atau ragu-ragu saat disarankan menggunakan insulin untuk pengobatan diabetes oleh dokternya. Hal ini disebabkan oleh karena berbagai kesalahan persepsi masyarakat, terutama pasien dan keluarganya, mengenai insulin. Itulah mengapa, edukasi begitu penting dari seorang dokter sebelum meresepkan obat kepada pasiennya. Bahkan, untuk terapi tertentu seperti pemberian insulin, terapi jangka panjang seperti pengobatan TBC paru, pengobatan hemofilia, edukasi juga perlu diberikan kepada keluarga pasien. Hal ini dimaksudkan agar, terapi tersebut nantinya dapat dilaksanakan secara teratur dan berkelanjutan sesuai indikasi, sehingga memberikan hasil terbaik kepada pasien. 

            Terapi insulin umumnya diberikan kepada pasien diabetes dengan kondisi tertentu. Kondisi yang dimaksud antara lain, tidak memberi respon yang memadai dengan terapi oral/obat minum dengan kombinasi yang sudah maksimal, diabetes pada kehamilan, diabetes yang telah menyebabkan penurunan berat badan yang drastis, diabetes dengan komplikasi, diabetes pada anak atau pasien diabetes yang akan menjalani tindakan bedah. Diabetes dengan komplikasi meliputi keadaan-keadaan medis seperti diabetes dengan kaki luka terinfeksi atau pasien diabetes dengan infeksi berat yang lain seperti infeksi paru, infeksi saluran kencing atau infeksi otak. Juga komplikasi lain seperti stroke, serangan jantung dan gagal ginjal menahun. Namun demikian, masih banyak pasien dengan kondisi tersebut yang menolak menggunakan insulin.

            Berbagai kesalahan persepsi, yang menyebabkan pasien belum menyetujui pengobatan insulin misalnya adalah, anggapan insulin akan menyebabkan ketergantungan, dapat menimbulkan kerusakan organ dalam seperti ginjal atau sulit dan takut dengan cara penggunaannya yang disuntikkan. Mengenai istilah ketergantungan, hal ini harus dibedakan dengan kebutuhan. Sesuatu yang harus digunakan untuk kesehatan dan kebaikan tubuh, itu bukanlah sebuah ketergantungan, melainkan kebutuhan. Ini mudah dipahami dengan menggunakan contoh lain, seperti kebiasaan makan nasi dan lauk serta sayurnya atau minum air. Kita tidak tepat jika dikatakan ketergantungan dengan semua sumber nutrisi tersebut. Namun sudah pasti itu semua merupakan kebutuhan manusia. Yang dimaksud ketergantungan adalah, jika tubuh tidak membutuhkan untuk kesehatan, namun zat itu selalu diinginkan. Seperti rokok, narkoba atau saat ini gadget misalnya. Manusia takkan mati jika tidak merokok, menyalahgunakan narkoba, apalagi kalau cuma tidak memakai gadget.

            Insulin, seperti halnya obat diabetes lain/oral, memiliki efek dan manfaat untuk mengendalikan kadar gula sesuai target ideal. Dengan demikian, diharapkan nantinya dapat mencegah komplikasi fatal terhadap organ vital seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal atau kaki luka borok yang memerlukan tindakan amputasi. Nah, dengan pemahaman ini, maka sudah sangat jelas dan fix, insulin tidak menyebabkan kerusakan organ dalam, melainkan melindungi organ-organ dalam yang vital tersebut. Begitu pula, keruwetan pikiran pasien soal cara pemakaian insulin yang sulit dan menakutkan, sesungguhnya juga merupakan kekeliruan. Karena cara penyuntikan insulin, sebetulnya begitu mudah dan sederhana serta tidak menimbulkan rasa sakit. Kemasannya pun parktis, dan dapat dibawa ke mana-mana.

             Manfaat lain dari insulin adalah, mempercepat penyembuhan pasien diabetes yang mengalami infeksi, proses pembedahan dan pemulihan yang lebih cepat mengingat efek anti inflamasinya. Begitu juga, insulin dapat menaikkan berat badan pasien diabetes yang terlalu kurus terkait dengan efek anaboliknya. Dalam hal ini, sisa energi yang tak digunakan oleh tubuh akan disimpan ke dalam cadangan energi di dalam bentuk lemak atau masa oto. Dan yang tak kalah pentingnya adalah, akses pasien yang cukup mudah untuk mendapatkan insulin karena insulin ditanggung oleh jaminan BPJS kesehatan.   

  • Bagikan: