Berita Terkini

Berita dan Artikel

Mengenal Nyeri Sendi
Persi Bali 01 May 2024 Kesehatan

Mengenal Nyeri Sendi

Dr Putu Arya Nugraha SpPD FINASIM - PERSI Bali

 

            Selama ini, masyarakat cenderung mengaitkan keluhan sendi hanya karena asam urat semata. Tentu saja hal tersebut keliru dan dapat memberi dampak kurang baik. Baik dalam hal ketidaktepatan terapi maupun efek samping obat yang dapat terjadi. Sama halnya dengan penyebab penyakit pada umumnya, radang sendi sendiri dapat disebabkan oleh berbagai faktor risiko. Bahkan faktor-faktor risiko tersebuat dapat saja tumpang tindih atau terjai bersamaan. Antara lain peradangan, infeksi, proses penuaan atau degeneratif, gangguan hormonal maupun cedera. Berbagai penyebab tersebut memerlukan analisa yang tepat sehingga dapat memberi manfaat untuk pasien suatu pengobatan yang rasional. Cara paling mudah untuk maksud tersebut adalah, pasien konsultasi minimal kepada dokter keluarga atau dokter puskesmas, kemudian mengikuti saran medis yang diberikan. Di era digital ini, masyarakat juga dapat memanfaatkan platform konsultasi telemedicine yang tentu saja dilayani oleh dokter-dokter kompeten di bidangnya. Sebaiknya pasien tidak memutuskan untuk membeli obat atas dasar pengetahuannya sendiri. Dapat saja oleh dokter keluarga atau dokter puskesmas, pasien perlu dirujuk ke RS untuk mendapatkan pemeriksaan penunjang dan analisa dokter ahli. Harus diketahui pula, penanganan radang sendi tidak melulu menyangkut obat, namun selalu harus dipadukan dengan aspek pola makan yang baik, pilihan olah raga yang sesuai serta edukasi yang memadai.

            Keluhan nyeri sendi yang disebabkan oleh peradangan, antara lain akibat gangguan asam urat atau penyakit autoimun yang disebabkan antibodi. Keduanya umumnya ditandai dengan adanya pembengkakan pada sendi, selain tentu saja keluhan nyeri. Pada rematik asam urat atau dikenal dengan gouty, sangat khas ditemukan gejala bengkak, warna kemerahan dan perabaan panas pada sendi yang terkena. Umumnya terjadi pertama kali pada sendi jempol kaki, kemudian dapat mengenai sendi-sendi yang lain seperti pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan sampai jari-jari tangan. Biasanya mulai hanya pada satu sendi, lalu dapat terjadi bersamaan pada beberapa sendi. Tanda khas yang lain pada gouty adalah adanya benjolan pada sendi yang merupakan penumpukan kristal asam urat. Sedangkan radang sendi yang disebabkan oleh karena antibodi, lebih sering mengenai beberapa sendi sekaligus dan dapat dijumpai gejala di luar sendi seperti keluhan pada mata, saluran cerna maupun kulit. Ini bisa dimaklumi mengingat antibodi tersebut beredar di dalam sirkulasi darah sehingga dapat menyebabkan gangguan pada organ lain selain sendi. 

            Keluhan sendi yang paling sering dijumpai adalah akibat proses penuaan atau degeneratif. Istilah ini memberi pesan bahwa, semua orang saat berusia lanjut nanti, juga akan mengalami jenis rematik ini. Faktor utamanya adalah gangguan kalsium pada tulang. Sehingga lansia disarankan untuk menerima asupan kalsium yang memadai. Pada lansia, terutama pada wanita juga memiliki risiko mengalami kerapuhan tulang akibat osteoporosis. Masalah ini dikaitkan dengan menurunnya kadar hormon yang mengatur metabolisme kalsium pada lansia. Secara fisik, kedua jenis radang sendi ini tidak memiliki gejala yang khas. Umumnya dikaitkan dengan umur dan sering diperberat oleh aktivitas fisik yang mudah menimbulkan peradangan pada sendi seperti kebiasaan mengangkat benda berat, naik turun tangga atau justru karena terlalu lama duduk dan kurang jalan kaki. Ditandai oleh gejala kekakuan dan kadang ada suara sendi saat digerakkan atau krepitasi. Sementara osteoporosis, selain keluhan nyeri juga sering ditandai dengan mudahnya terjadi keretakan atau patah tulang walau bukan karena cedera yang serius. 

            Pada sedikit kejadian, sendi dapat mengalami infeksi. Ini merupakan kasus yang dapat berakibat fatal dan memerlukan perawatan RS. Ditandai dengan nyeri sendi yang disertai pembengkakan. Dan jika disedot atau aspirasi, cairan yang keluar adalah nanah. Infeksi sendi jarang terjadi secara primer dan tersendiri. Umumnya hal ini terjadi sekunder, akibat penyebaran kuman dari infeksi organ tubuh yang lain. Sehingga hanya pada gangguan sendi inilah yang memerlukan pemberian antibiotika. Begitu pula, pada gangguan sendi yang lain, selain obat untuk mengurangi keluhan, tentunya harus diberikan terapi untuk mengatasi penyebab. Misalnya obat penurun asam urat pada rematik asam urat, obat penekan antibodi pada rematik antibodi atau terapi hormonal pada kasus osteoporosis. Nah pada kasus nyeri sendi akibat cedera, hal paling penting dilakukan tentu saja adalah pencegahan cedera. Oleh karena itu, pemanasan harus dilakukan sebelum olah raga atau hindarkan melakukan oleh raga fisik yang terlampau berat. Latihan fisik yang paling baik dan aman serta ekonomis adalah jalan cepat, bersepeda atau berenang. Salam sehat!

  • Bagikan: