Dr Putu Arya Nugraha SpPD FINASIM - PERSI Bali
Penyakit kuning atau ikterus, merupakan salah satu penyakit lama dan saat ini masih banyak terjadi. Oleh karena itu, baik para dokter maupun masyarakat sebaiknya memahami lebih banyak tentang penyakit kuning ini. Masyarakat pada umumnya mengetahui penyakit kuning disebabkan oleh gangguan hati atau liver. Hal itu tidak salah, namun sebetulnya masih ada penyebab lain dari penyakit kuning tersebut. Penyebab lain dari penyakit kuning antara lain gangguan pada kantung dan saluran empedu atau suatu kelainan darah. Memahami penyebab penyakit kuning tersebut tentu merupakan syarat mendasar untuk menentukan pengobatannya, tindak lanjut yang harus dijalani pasien serta prognosis atau peluang kesembuhannya. Selain keluhan dan tanda kuning pada mata dan mungkin tubuh pasien, untuk menegakkan diagnosis penyakit kuning diperlukan sejumlah pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium dan pencitraan seperti USG atau CT Scan.
Seperti telah disebutkan di atas, penyakit kuning sebagian besar disebabkan oleh gangguan hati. Baik akibat peradangan akut (baru) maupun yang sudah kronis (menahun). Peradangan akut dapat disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A atau B. Hepatitis A akut yang ditularkan melalui makanan, akan dapat sembuh sendiri. Sementara hepatitis B akut, punya kemungkinan bisa sembuh atau dapat juga kemudian menjadi kronis. Sementara virus hepatitis C, sangat jarang diketahui pada fase akut. Umumnya baru diketahui saat telah menjadi peradangan hati kronis. Begitu juga, konsumsi alkohol berlebih dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan penyakit hati kronis. Baik hepatitis B maupun hepatitis C ditularkan melalui pertukaran cairan tubuh, baik darah maupun cairan kelamin. Oleh karena itu, keduanya akan ditularkan secara horizontal melalui kontak seksual, penggunaan jarum suntik bersama (biasanya di kalangan pemakai narkoba) atau dari ibu hamil pengidap kepada janin yang dikandungnya (vertikal.)
Pada penyakit kuning akibat radang hati akut, selain ditemukan warna kuning pada bagian putih mata dan mungkin juga pada tubuh pasien, sering kali juga disertai gejala khas. Gejala tersebut disebut dengan flu like syndrome, yaitu keluhan badan meriang seperti flu disertai mual muntah sejak kurang lebih seminggu sebelum warna kuning timbul. Ketika warna kuning timbul, gejala seperti flu tersebut berangsur-angsur mereda diikuti dengan warna kuning lebih keras dan rasa tidak enak di bagian ulu hati atau perut kanan atas. Kadang kala pasien dapat pula mengeluhkan rasa gatal pada kulit akibat penumpukan pigmen empedu pada kulit pasien tersebut. Gejala kuning ini disebabkan karena gangguan metabolisme empedu atau bilirubin oleh hati yang sedang meradang. Selain karena virus, hepatitis akut juga dapat disebabkan oleh kerusakan hati mendadak akibat efek samping obat yang bersifat toksik terhadap hati. Selain itu, penyakit kuning dapat pula disebabkan akibat penyebaran sel kanker organ tubuh yang lain ke sel-sel hati. Pada penyakit hati kronis yang telah menjadi sirosis hati, warna kuning pada pasien umumnya cenderung menetap.
Selain akibat gangguan metabolisme bilirubin oleh sel hati yang meradang, kuning juga dapat disebabkan akibat gangguan aliran empedu. Hal ini terjadi pada penyakit kantung dan saluran empedu. Penyebabnya dapat oleh kelainan di dalam saluran empedu itu sendiri atau dapat juga akibat gangguan di luar saluran empedu. Masalah di dalam saluran empedu dapat disebabkan oleh radang empedu, batu atau tumor saluran empedu. Sedangkan penyakit di luar saluran empedu paling sering akibat kanker caput (bagian pangkal atau kepala) pankreas. Sumbatan saluran empedu dari luar dapat juga disebabkan oleh tumor di dalam rongga perut yang menekan saluran empedu. Jika gangguan terdapat pada saluran empedu, biasanya terdapat keluhan khas yaitu nyeri uluhati yang tembus sampai ke punggung. Sementara jika dasar penyebabnya adalah tumor maka gejala penurunan berat badan yang drastis umum dijumpai.
Suatu kelainan darah yang umumnya disebabkan oleh antibodi yang tidak normal (autoimun atau autoantibodi) menyebabkan sel darah merah pecah sendiri, menyebabkan bilirubin keluar dari sel darah merah tersebut ke dalam aliran darah. Hal ini tentu saja dapat pula memberikan gejala kuning pada mata pasien. Apabila terjadi reaksi transfusi karena ketidakcocokan donor, menyebabkan juga sel darah merah pasien pecah dan menimbulkan warna kuning pada mata pasien. Warna kuning pada kasus seperti ini biasanya kuning cerah. Sementara pada penyakit hati warna kuning yang ditunjukkan lebih kuat dan pada kasus sumbatan saluran empedu warna kuningnya cenderung kehijauan disebut dengan istilah deep jaundice.
Penyakit hepatitis akut tidak memerlukan terapi khusus. Terapi bersifat suportif dan umumnya dapat sembuh sendiri. Apabila mata kuning disebabkan oleh karena efek samping obat atau reaksi transfusi, maka sudah tentu obat tersebut harus ditunda dan transfusi dihentikan. Sementara penyakit hepatitis kronis umunya memerlukan terapi anti virus atau terbaik dilakukan cangkok hati. Batu saluran empedu sangat disarankan dioperasi dan umumnya memberikan kesembuhan yang baik. Namun jika sumbatan tersebut akibat tumor saluran empedu atau kanker caput pankreas, hingga saat ini prosedur pembedahan belum memberikan hasil yang cukup memuaskan. Penyakit liver yang disebabkan oleh karena alkohol, lebih ditekankan pada pencegahan dengan menghindari konsumsi alkohol berlebih. Di samping itu, pencegahan juga sangat dianjurkan pada penularan virus hepatitis B dan C dengan menerapkan seks yang aman dan say no to drugs!