Dr Putu Arya Nugraha SpPD FINASIM - PERSI Bali
Pertanyaan tersebut sangat sering diajukan oleh pasien dalam praktek dokter sehari-hari. Selain sering ditanyakan, faktanya keluhan lambung atau sakit maag memang termasuk penyakit yang paling banyak dikeluhkan pasien, selain masalah radang sendi. Jadi, apakan sakit maag tersebut sama dengan masalah asam lambung? Maag adalah bahasa Belanda untuk organ lambung. Kolonialisme Belanda telah mewariskan cukup banyak istilah bahasa Belanda yamg kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia. Beberapa diantaranya selain maag adalah sepur (kereta api), jerigen, handuk dan serbet. Maka sakit maag artinya adalah sakit lambung, dan asam lambung adalah salah satu penyebabnya. Lalu, apakah penyebab lain sakit maag?
Penyakit maag atau dispepsia, secara umum dibagi ke dalam dua golongan yaitu, fungsional dan struktural atau organik. Pada penyakit lambung fungsoinal, struktur lambung masih normal namun penderitanya mengalami keluhan. Keluhan pada umumnya adalah nyeri uluhati, perasaan penuh yang tidak nyaman di perut, terutama setelah makan. Rasa kenyang dini atau kehilangan nafsu makan. Refluks asam lambung ke kerongkongan, menyebabkan sensasi terbakar dan seringkali rasa asam di mulut dan keluhan mual muntah. Penyebab gangguan penyakit maag semacam ini tidak diketahui dengan pasti. Umumnya dikaitkan dengan faktor kecemasan, jenis kelamin wanita, riwayat minum obat-obat pereda nyeri, infeksi bakteri H. pylori dan perokok. Jangan lupa pola kebiasaan makan juga sangat berpengaruh. Baik karena terlambat makan maupun kegemaran mengonsumsi makanan berlemak, berbumbu banyak, kopi, coklat atau minuman bersoda.
Sedangkan dispepsia organik dimaksudkan jika pada lambung terdapat kelainan struktural. Kelainan tersebut dapat berupa peradangan, GERD, tukak atau ulkus, tumor dan gangguan pada saluran empedu maupun pankreas. Jenis terbanyak dari dispesia ini adalah tukak atau ulkus lambung. Selain memiliki gejala-gejala seperti sakit maag fungsional, pada tukak terutama memberi keluhan perih atau rasa terbakar pada uluhati. Pada tukak lambung, keluhan akan bertambah setelah makan, sedangkan pada tukak dua belas jari atau duodenum, keluhan sering dirasakan pada malam hari dan berkurang sesudah makan. Tukak dapat menimbulkan perdarahan lambung dan memberi keluhan feses lengket berwarna hitam seperti ter (aspal cair.) Pada kasus GERD atau gastroesofageal reflux disease yaitu kembalinya isi lambung yang mengandung asam lambung ke kerongkongan, keluhan paling sering adalah rasa terbakar sampai ke dada (heartburn), tecekik di dada dan sesak. Gangguan ini terjadi akibat klep yang membatasi kerongkongan dengan lambung mengalami kelonggaran. Apabila terdapat keganasan atau kanker pada lambung, maka selain terjadi gangguan fungsi pencernaan yang berat pasien akan selalu memuntahkan makanan yang dimakannya, juga akan terjadi penurunan berat badan yang sangat drastis.
Gangguan lambung organik ini disebabkan oleh dua penyebab utama yaitu riwayat penggunaan obat anti nyeri (rematik) jangka panjang dan infeksi H. pylori. Sedangkan faktor risikonya yang lain sama saja dengan pada penyakit lambung fungsional. Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan sangat terbantu dari data keluhan dan gejala yang disampaikan oleh pasien. Dari pemeriksaan fisik, tidak banyak tanda-tanda yang bisa digunakan. Lalu pemeriksaan penunjamg akan cukup banyak membantu seperti pemeriksaan endoskopi, CT Scan atau pemeriksaan jaringan histopatologi. Perlu diketahui bahwa penanganan sakit maag tersebut bukanlah obat-obatan semata. Terkait obat-obatan pun harus sesuai dengan saran dari dokter. Disamping obat-obatan, harus diperhatikan aspek-aspek pengobatan non farmakologi seperti pola makan yang baik, olah raga yang cukup, durasi tidur malam hari sedikitnya tujuh jam serta latihan-latihan untuk mengatasi kecemasan serta berhenti merokok. Jika terdapat gejala kotoran berwarna hitam seperti aspal cair, sebaiknya pasien menjalani perawatan RS. Karena umumnya pasien akan dipuasakan untuk mempercepat penyembuhan luka atau tukak pada permukaan lambungnya dan adanya kemungkinan untuk menerima transfusi darah.